You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2008.

Pada suatu ketika hiduplah seekor naga yang suka makan sepatu. Setiap pagi dia sarapan dengan sepatu kanan penduduk desa. Malamnya dia berpesta dengan sepatu kiri penduduk desa.

Penduduk desa akhirnya kehilangan kesabaran. Mereka meminta seorang pengembara untuk memecahkan masalah itu. Karena pengembara terkenal suka memecahkan masalah entah diminta atau tidak.

Maka sang pengembara naik ke sarang naga dan berbicara dengannya. Menjelaskan tentang tidak pantasnya naga mencuri sepatu.

Kini sang naga tidak lagi makan sepatu. Dia mencuri ternak dan memangsa anak gadis. Karena begitulah seharusnya kelakuan seekor naga! Sang pengembara melanjutkan perjalanan dengan hati lega. Karena berhasil menyelesaikan masalah penduduk desa.

Iklan

*Berdasarkan game Ragnarok Online*

Poporing Hijau memandang langit biru
mendengarkan angin mengalunkan musik merdu
Sonata kebebasan dan simfoni petualangan baru

Poporing, majulah dan taklukkan dunia!
Sebab semangat petualangan bukan hanya milik manusia
Persahabatan, air mata, dan cinta!
Ada di hati setiap mahkluk muda

Sobekan di pita itu wahai lunatic, adalah kenangan perjalanan kita
Goresan di gitarmu, rocker, adalah bukti pertarungan bersama
Ingatkah kau, fabre, saat kita duduk berdua?
Di tepi pantai, saat matahari menjelang senja?

Poporing hijau tersenyum di tengah rerumputan
Mengenang semua kehilangan dan pertemuan.
Sebab tak boleh ada sesal di akhir perjalanan
meski semua berakhir menjadi pecahan
di ujung pedang seorang swordman.

“Jadi biar saya ulangi. Banyak mitos tentang vampir itu salah?”

“Tepat. Sebenarnya sebagian mitos itu disebarkan oleh kami sendiri. Tahu novel-novel vampir terkenal? Kami ‘membisiki’ pengarangnya.”

“… berarti sebenarnya bawang putih tidak mengusir vampir?”

“Beberapa vampir suka makan pizza dengan bawang putih.”

“Salib dan Perak?”

“Kecuali kalian menusuk hidung kami dengan salib runcing, baru kami merasa terganggu.”

“Dan… sebenarnya vampir… tidak suka diwawancarai?”

“Kami paling benci publikasi. Tak terhitung banyaknya orang yang berharap bisa mewawancarai vampir-keren-dengan-hati-terluka sejak buku ‘Interview with vampire’ terbit. Tapi, hei, darah orang bodoh tetap enak.”

“… mungkin sebaiknya saya mengakhiri wawancara sampai disini…”

Tadinya kukira misi yang kuambil ini terlalu berat. Tapi aku bersyukur aku tidak menyerah di tengah jalan. Satu tusukan terakhir!! Untung aku sempat membuat Long Broom + 1 sebelum mengambil quest ini.

“Misi bersih-bersih rumah level 2 selesai!” teriakku. Aku berlari menuju ruangan ayah-maksudku-Guildmaster.

Guildmaster mengangkat wajahnya dari dokumen yang dibacanya dan mengangguk.

“Bagus. Dengan menyelesaikan misi berbahaya ini kamu mendapat 300 experience point dan 10.000 rupia…gold. Tinggal 1800 exp lagi sampai kamu naik level!

“Yeah!” kataku. Aku bisa beli chocolate ice potion!

Tapi Guildmaster berdiri dengan wajah tegang..

“Jangan lupa! Besok kamu akan menghadapi …

The Trial of Mathematic!”

Aku berhenti dan membiarkan jubahku berkibar tertiup angin.

Di belakangku, seseorang berdiri dengan senjata terhunus.

“Ada urusan apa dengan Kyle the Thunderblade?”

“Nyawamu berakhir disini Thunderblade! Aku, Longsword Samuel akan mengalahkanmu dan menjadi petarung nomor satu!”

Tiba-tiba seseorang meloncat dari semak-semak. “Tidak, yang akan mengalahkanmu adalah aku, Spearmaster Michael!”

“Bukan Doublestick Lee yang akan mengalahkanmu!” kata seorang lagi dari balik pohon.

“Ngaco semua! Aku, Roland Twindagger adalah satu-satunya orang yang berhak mengalahkanmu!”

“Salah! Greataxe James-lah yang berhak membunuhmu!”

“Longbow Johnson!”

“Rivalmu Julius Warhammer!”

“Butterknife Jim!”

“… tunggu, Butterknife Jim?”

“..Yah, gara-gara kalian waktu aku datang toko senjata sudah kehabisan stok..”

Ah, bintang.

Air mata penyair, petunjuk jalan pelaut. Berpendar indah di langit malam bagaikan taburan perak di selimut beludru hitam.

Mengundang semua orang untuk duduk dan menatap langit. Aku ingat, aku dulu juga suka menghabiskan malam. Melihat jauh, jauh ke dalam lautan bintang.

Sampai aku melihat terlalu jauh.

Dan bintang-bintang balas memandang.

Beberapa hal tidak perlu dilihat oleh mahkluk manapun.

Kini sedalam apapun aku menggali, aku tetap bisa melihat mereka. Atau mereka yang melihatku?

Kalau saja aku bisa melupakannya. Tapi mereka tidak mau membiarkanku sendiri. Bintang-bintang, aku mohon. Tolong tinggalkan aku sendiri? Aku janji tidak akan melihat kalian lagi.

.

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jun   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 778 hits