Celana adalah simbol status di kerajaan Nortumberlun. Semakin tebal dan berlapis celana yang dipakai seseorang, semakin terhormat dan tinggi status orang itu. Orang-orang kaya berlomba-lomba untuk memakai sebanyak mungkin celana. Dan para bangsawan berpesta pora di villa-villa mereka dengan celana bertumpuk tak terhingga.

Suatu hari, Pangeran Karlimbun XVI yang baik hati dan suka memberontak memprotes! Apa hubungannya jumlah celana dengan status seseorang? Orang dilihat dari hatinya, bukan tebal celananya! Banyak sahabatnya yang hanya punya satu celana, tapi jiwanya jauh lebih terhormat dari para bangsawan dengan sepuluh celana! Maka Sang Pangeran mengejutkan semua orang dengan tampil tanpa memakai celana.

Semua orang terkejut, tapi banyak yang setuju. Sampai tidak memakai celana menjadi mode dan filsafat terbaru. Kini semua orang tidak memakai celana.

Tapi iklim Nortumberlun berkata lain. Kerajaan terserang wabah masuk angin dan punah tanpa sisa.

Iklan