You are currently browsing the monthly archive for Maret 2009.

Bintang juga ciptaan Tuhan Yang Kuasa. Seperti pepohonan, kucing, jamur, maupun manusia. Mereka lahir, hidup, menjadi tua, dan mati, sama seperti semua ciptaanNya yang lain. Jadi apakah salah kalau bintang jatuh cinta? Ataukah cinta hanya berhak dinikmati oleh pepohonan, kucing, jamur, manusia?

Maka sang bintang memandang permata hatinya dengan hati berbunga. Meski jarak tak terhingga memisahkan mereka, setidaknya mereka bisa berjalan berdampingan menyusuri alam semesta. Tapi coba tanya semua yang pernah dimabuk asmara, apa mereka sanggup hanya saling memandang selamanya?

Sang bintang tak kuasa, ia meninggalkan jalurnya. Demi menyentuh planet sang pujaan hati.

…dan milyaran mahkluk planet itu mati menggenaskan.

“Gawat, pasukan musang ninja menyerang!” kata Michael. Benar saja, di kejauhan, terlihat kelebatan-kelebatan kehitaman yang melesat dari pohon ke pohon. Padahal sebentar lagi bom itu akan meledakkan kota!

Saat pasukan musang ninja itu sudah semakin dekat, tiba-tiba Budi berdiri. “Rasakan ini, musang ninja!” katanya sambil menyemprotkan jus pisang. Benar saja, semua musang ninja yang tersemprot langsung kelojotan! Mereka yang tersisa langsung menjaga jarak.

“Untung saja!” katanya sambil mengangkat kacamatanya yang setebal pantat botol. “Bukannya tadi pagi kita baru belajar di sekolah kalau musang ninja lemah terhadap pisang?”

“Oh iya!” kataku sambil menepuk tanganku sendiri. “Untung kita mendengarkan kata-kata pak guru!”

Dewa Blabuk, sang dewa percakapan, kehilangan kesabaran. Sebab sekelompok arkeolog petualang merusak kuilnya sewaktu bertempur melawan organisasi kejahatan. Karena itu, dia memunculkan diri di tengah para jagoan dan penjahat yang sedang berkelahi dengan suara bergema dan mata menyala.

“Kalian manusia menyebalkan dan tidak tahu diuntung. Tahukah kalian aku menderita insomnia? Kemarin aku butuh satu millennia sebelum bisa tidur! Aku menyesal memberi kalian kemampuan bercakap-cakap. Dengan ini aku mengutuk kalian semua menjadi bisu! Semoga kehancuran peradaban kalian dapat memberi pelajaran.”

Manusia hanya mengangkat bahu dan terus melanjutkan hidup. Sebab sudah sejak lama internet dan sms menggantikan percakapan sebagai alat komunikasi utama.

Aku hanyalah seorang badut jalanan pengembara bermata rabun dengan phobia wortel yang memiliki rasa ingin tahu terlalu besar dan akal sehat yang terlalu kecil. Dia hanyalah seorang penjaga perpustakaan pemalu berambut panjang indah yang hobi merawat bonsai dengan masa lalu misterius dan bakat menembak pistol air yang sedikit terlalu hebat. Kami tak saling mengenal, dan tak akan pernah saling mengenal kalau kecelakaan yang bukan kecelakaan itu tidak mempertemukan kami. Tiba-tiba kami harus menghindari para mafia, polisi, pemerintah, tentara, dan organisasi tukang sayur nasional tanpa benar-benar mengerti penyebab mereka mengejar kami.

Tapi satu hal yang pasti. Berdua, kami harus menyelamatkan dunia.

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 778 hits