Kemarin sewaktu aku membeli ubi, ada seorang aneh mendekatiku. Rambutnya berdiri dan jaketnya tebal penuh aksesori.

Dia mencari toko obat terdekat, maka kutunjuk saja supermarket di pojok. Tanpa berterima kasih dia-pun menyelonong pergi.  Sekejap aku melihat kelebatan besi senjata.

Esoknya di tivi, aku melihat berita. Ada gedung yang meledak dengan dahsyatnya. Juga ada rekaman naga dan petir menggila. Dan di sudut kamera, sang pemuda asing melayang di tengah prahara.

Aku menghela nafas. Ditambah kabar kiamat yang semakin dekat, desa sebelah yang meledak tanpa sisa, dan sekarang naga, bagaimana aku tidak merasa? Bahwa aku hanya figuran di tengah cerita sang ksatria?

Iklan