Pada suatu ketika, hiduplah dua ekor cacing yang saling bersahabat. Mereka bernama Cacinga dan Cacingbe. Suatu hari, Cacinga berkata. “Aku bosan hidup sebagai cacing. Kudengar kalau bertapa kita bisa menjadi manusia!”

Cacinga-pun mulai bersemedi sepenuh hatinya. Sementara Cacingbe, baru sebentar saja sudah bosan, dan langsung kembali bergelimang kotoran kesayangannya. Berwaktu-waktu kemudian, kesungguhan hati Cacinga terbayar. Dia mendapatkan wujud manusia. Baru pertama kali dalam hidupnya dia merasakan manisnya es krim dan gurihnya pizza, sebab cacing tak punya indera perasa seperti manusia. Tapi dia tidak lupa pada sang teman lama. Dengan kesaktian barunya dia-pun menemukan cacing sahabatnya.

“Hey Cacingbe! Ayo hiduplah bersamaku. Jangan bergelimang kotoran saja! Kamu tidak tahu kenikmatan hidup yang sebenarnya.” Katanya sambil membawa semangkuk eskrim.

Awalnya Cacingbe tidak peduli. “Kenapa aku harus peduli? Hidupku sebagai cacing sudah enak! Kotoran ini begitu nyaman dan lezat.” Tapi setelah dibujuk sedemikian rupa pada akhirnya Cacingbe pun terbujuk. “Sini aku coba eskrim yang katamu lebih enak dari kotoran itu!” katanya.

Dan hewan sederhana berdarah dingin itu-pun mati beku dalam sekejap

Iklan