“Kalian semua tahu kenapa kalian dikumpulkan di sini.” Kata detektif polisi Harun kepada orang-orang di hadapannya.  “Tuan Jono memang seorang rentenir yang dibenci semua orang. Karena itu tidak heran dia dibunuh dengan keji. Dia ditusuk pisau dapur, dicekik dengan rantai sepeda, dicekoki racun serangga, dipukuli dengan sepatu, dan pantatnya ditusuki oleh jarum…” Dia berhenti dramatis sebelum melanjutkan. “Pelakunya…  ada di antara kalian, klien-klien Tuan Jono!”

“Apa maksud anda?” Tanya Doni si koki. “Benar!” lanjut Anto sang pemilik bengkel sepeda. Beno sang petani apel dan John sang perajin sepatu menggelengkan kepala, sementara pak tua Chao sang akupunturis terdiam.

“Sebut saja… firasat.”

Iklan